Tips Aman Berhubungan Seks Saat Hamil Trimester Kedua

3 months ago 28
 Shutter StockIlustrasi berhubungan seks saat hamil. Foto: Shutter Stock

Banyak pasangan bertanya-tanya, apakah berhubungan seks saat hamil trimester kedua aman untuk dilakukan? Jawabannya: ya, Moms! Dalam kehamilan yang sehat dan tanpa komplikasi, aktivitas seksual tetap bisa dilakukan dengan aman.

Justru di trimester kedua, banyak wanita yang merasa lebih bugar dan nyaman dibandingkan trimester pertama, sehingga berhubungan seks saat hamil bisa jadi momen keintiman yang lebih positif.

Namun demikian, karena adanya perubahan fisik dan hormon di trimester kedua, Anda dan pasangan tetap perlu memperhatikan beberapa hal agar aktivitas intim tetap nyaman dan aman.

Yang Perlu Diperhatkan Sebelum Berhubungan Seks saat Hamil

 ShutterstockIlustrasi berhubungan seks atau bercinta. Foto: Shutterstock

1. Pastikan kehamilan sehat dan tidak berisiko

Sebelum Anda dan pasangan memutuskan untuk melakukan hubungan seks, penting untuk memastikan bahwa kehamilan Anda tergolong risiko rendah dan tidak ada kondisi yang mengharuskan menghindari seks saat hamil.

Beberapa hal yang menunjukkan bahwa kondisi Anda berisiko tinggi dan sebaiknya berkonsultasi ke dokter:

  • Terdapat perdarahan vagina yang tidak jelas penyebabnya.

  • Kebocoran cairan ketuban.

  • Plasenta menutupi serviks (plasenta previa) atau serviks terbuka terlalu dini (insufisiensi serviks).

  • Anda memiliki sejarah persalinan prematur atau kehamilan ganda yang memberi risiko lebih tinggi.

Jika kehamilan Anda berjalan normal dan tenaga kesehatan Anda tidak melarang aktivitas seksual, maka Anda bisa mempertimbangkan untuk tetap berhubungan seks saat hamil dengan nyaman.

2. Tips agar seks aman dan nyaman

Memasuki trimester kedua, tubuh Anda mengalami perubahan: perut mulai membesar, payudara lebih sensitif, mungkin ada perubahan aliran darah, dan Anda bisa merasa lebih energik dibanding trimester pertama.

Berikut beberapa tips supaya aktivitas intim tetap nyaman:

  • Pilih posisi yang tidak memberi tekanan berlebih kepada perut, punggung, atau pembuluh darah besar. Misalnya posisi miring (side-lying) atau posisi wanita di atas yang Anda bisa mengontrol kedalaman dan kecepatannya.

  • Hindari terlalu lama berbaring telentang terutama setelah sekitar 20 minggu kehamilan karena rahim yang membesar bisa menekan pembuluh darah besar dan menyebabkan ketidaknyamanan.

  • Gunakan bantal atau penyangga jika perlu — misalnya di bawah pinggul, punggung bawah atau di antara lutut saat posisi miring.— ini membantu mengurangi tekanan dan meningkatkan kenyamanan.

  • Dengarkan tubuh Anda: jika Anda merasakan rasa sakit, kontraksi yang tak wajar, atau perdarahan setelah aktivitas, segera berhenti dan konsultasikan dengan tenaga medis.

  • Ingat bahwa “keintiman” tak selalu harus dengan penetrasi — sentuhan, pijatan, pelukan, atau stimulasi non-penetratif bisa menjadi pilihan yang hangat dan aman.

3. Komunikasi dan keintiman saat berhubungan seks

Seks saat hamil bukan hanya soal fisik — kondisi emosional dan hubungan Anda dengan pasangan juga penting.

  • Bicarakan bersama pasangan: kenyamanan Anda, batasan Anda, posisi yang terasa nyaman atau yang sudah mulai terasa tidak nyaman.

  • Jangan ragu untuk konsultasi ke dokter atau bidan Anda: “Apakah saya boleh melakukan seks saat hamil dalam kondisi saya sekarang?” Karena setiap kehamilan bisa berbeda.

  • Ingat bahwa perubahan hormon dan kondisi fisik bisa memengaruhi libido — di trimester kedua banyak wanita yang merasa lebih tertarik pada seks karena hormon dan aliran darah di sekitar organ intim yang meningkat.

  • Keintiman juga bisa diwujudkan lewat hal sederhana: pelukan, berbicara dari hati ke hati, atau momen santai berdua — bukan hanya aktivitas seksual penuh.

4. Keunggulan menjaga keintiman melalui seks saat hamil di trimester kedua

Walaupun mungkin ada penyesuaian fisik, ada beberapa manfaat yang bisa Anda rasakan:

  • Meningkatkan kedekatan emosional antara Anda dan pasangan yang akan segera menyambut anggota keluarga baru.

  • Bisa membantu Anda merasa lebih rileks dan bahagia — karena aktivitas seksual dan orgasme melepaskan hormon yang membuat Anda merasa baik.

  • Memelihara kehidupan seksual Anda sebelum bayi lahir bisa membuat transisi lebih lancar secara emosional.

Read Entire Article