Pencarian seorang anak yang hanyut di sungai. (Ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seorang remaja berinisial DHP (15 tahun) dilaporkan hanyut di Sungai Tamiang, Kuala Simpang, Aceh Tamiang, pada Jumat (30/1/2026). Beruntung, remaja itu berhasil diselamatkan oleh sejumlah taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang berada di sekitar lokasi untuk melakukan trauma healing kepada korban bencana.
Brigadir Kepala Taruna Muhammad Fahir mengatakan, peristiwa bermula ketika para taruna menuju Masjid Al Ikhsan Kuala Simpang untuk melaksanakan kegiatan sosial. Di tengah perjalanan, mereka mendengar teriakan warga yang meminta tolong dari arah sungai.
"Korban diketahui hanyut sejauh kurang lebih 20 meter sebelum akhirnya dievakuasi ke daratan," kata dia melalui keterangannya, Sabtu (31/1/2026).
Mendengar teriakan itu, tim langsung melakukan penyelamatan. Korban akhirnya berhasil diselamatkan dan diberikan pertolongan pertama.
"Korban mengalami muntah air cokelat yang tertelan saat hanyut di sungai, lalu korban kami evakuasi secara cepat," kata dia.
Setelah dievakuasi, korban dibawa menggunakan mobil menuju Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Aceh di posko terdekat. Dalam perjalanan, korban kembali muntah sebanyak dua kali dan sempat hampir tidak sadarkan diri.
Menurut Fahir, taruna yang mendampingi berupaya menjaga korban tetap sadar selama perjalanan. “Di mobil terdapat kedua orang tua korban, yang kami terus ajak berkomunikasi bersama kami tiga taruna. Selain saya, ada juga Brigadir Kepala Taruna Jason Moreno dan Brigadir Kepala Taruna Davindra Oktafansyah,” kata dia.
Setibanya di Biddokkes, korban mendapat penanganan awal sambil menunggu ambulans untuk dirujuk ke RS Tamiang. Taruna juga memberikan pakaian ganti kepada korban serta membersihkan lumpur yang menempel di tubuhnya agar tidak kedinginan.

3 hours ago
1














English (US) ·