GAZA – Militer Israel mengatakan pihaknya mulai membuka kembali perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir, namun hanya dalam kapasitas terbatas pada Ahad. Sejauh ini warga Gaza belum diizinkan melalui perbatasan tersebut.
“Sesuai dengan perjanjian gencatan senjata dan arahan eselon politik, Penyeberangan Rafah dibuka hari ini hanya untuk lalu lintas terbatas warga,” kata COGAT, badan Kementerian Pertahanan Israel yang mengoordinasikan urusan sipil Palestina.
“Sebagai bagian dari hal ini, tahap percontohan awal dimulai hari ini yang dilakukan melalui koordinasi dengan Misi Bantuan Perbatasan Uni Eropa [EUBAM], Mesir, dan seluruh pemangku kepentingan terkait. “Perjalanan sebenarnya warga dari kedua arah akan dimulai setelah persiapan ini selesai,” tambahnya.
Channel 12 Israel, dengan mengutip sumber keamanan yang tidak disebutkan namanya, mengatakan pihak berwenang telah mulai memeriksa sistem yang dirancang untuk verifikasi dan mengaktifkan prototipe di persimpangan di hadapan perwakilan Uni Eropa dan Mesir.
Sumber dari militer Israel mengatakan kepada surat kabar Israel Haaretz bahwa warga Gaza diperkirakan tidak akan melewatinya hari ini.
Menurut COGAT, masuk ke Gaza hanya akan diizinkan bagi warga Palestina yang meninggalkan wilayah tersebut selama perang genosida dan telah menerima persetujuan keamanan Israel sebelumnya. Sementara itu, atas permintaan Mesir, keluar dari Gaza hanya diperbolehkan bagi mereka yang sakit dan terluka beserta pengawalnya.
Israel juga akan mendirikan pos pemeriksaan militer di dekat persimpangan di sisi Gaza dekat demarkasi garis kuning, Haaretz melaporkan. Mesir menentang penempatan pos pemeriksaan di atau dekat perbatasan.
Aljazirah melaporkan, evakuasi medis diperkirakan akan dilakukan dalam beberapa hari mendatang. Hingga hari ini penyeberangan Rafah resmi dibuka kembali.
Namun yang terjadi saat ini adalah program percontohan untuk menguji sistem pemantauan dan penyaringan di perlintasan. Komisi Eropa ditugaskan untuk melakukan operasi keamanan dan kemudian melalui wilayah yang dikuasai Israel di mana sebagian besar pemeriksaan akan dilakukan.
Setelah proyek percontohan selesai, Israel mengatakan 150 orang akan diizinkan keluar melalui Rafah setiap hari dan 50 warga Palestina diizinkan memasuki Jalur Gaza. Ini bukan kapasitas penuh dibandingkan masa-masa sebelumnya.
Aljazirah memperkirakan ada sekitar 20.000 warga Palestina yang membutuhkan evakuasi medis segera. Artinya, berdasarkan pembatasan yang dilakukan Israel, dibutuhkan waktu tiga tahun bagi semua orang ini untuk meninggalkan Gaza untuk mendapatkan layanan kesehatan di luar negeri.

6 hours ago
1














English (US) ·