Chen Zhi: Taipan Misterius yang Dituduh Dalangi Penipuan dan Judi di Kamboja

3 months ago 17
Ilustrasi Kamboja. Foto: AustralianCamera/Shutterstock

Pria berusia 37 tahun, Chen Zhi, dituduh sebagai "dalang di balik kerajaan penipuan siber dan perusahaan kriminal yang dibangun di atas penderitaan manusia."

Berjanggut tipis dan berwajah baby face, ia tampak jauh lebih muda dari usianya. Dia memang menjadi sangat kaya dengan sangat cepat.

Pekan lalu, Departemen Kehakiman AS mendakwanya atas tuduhan menjalankan jaringan penipuan di Kamboja, yang mencuri miliaran mata uang kripto dari para korban di seluruh dunia.

Departemen Keuangan AS menyita bitcoin senilai US$14 miliar (atau setara Rp232 triliun) yang disebut terkait dengannya. Depkeu AS menyebut ini adalah penyitaan mata uang kripto terbesar yang pernah ada.

Perusahaan miliknya, Cambodian Prince Group, menggambarkan Chen di situs sebagai "seorang pengusaha yang dihormati dan filantropis terkenal". Visi dan kepemimpinan Chen telah mengubah Prince Group menjadi grup bisnis terkemuka di Kamboja yang mematuhi standar internasional.

BBC telah menghubungi Prince Group untuk memberikan tanggapan.

Jadi, seberapa banyak yang kita ketahui tentang Chen Zhi, sosok misterius yang diduga menjalankan kerajaan penipuan?

Dibesarkan di Provinsi Fujian di China tenggara, ia memulai kariernya dengan sebuah perusahaan gim internet kecil yang tidak terlalu sukses. Chen lalu pindah ke Kamboja pada akhir 2010 atau 2011. Dia mulai bekerja di sektor real estate yang saat itu sedang booming.

Kedatangannya bertepatan dengan dimulainya ledakan properti spekulatif di Kamboja. Ledakan itu dipicu oleh tersedianya lahan-lahan luas yang dirampas oleh tokoh-tokoh berpengaruh dan memiliki koneksi politik, serta membanjirnya investasi dari China.

Sebagian besar investasi mengalir deras pada akhir Inisiatif Sabuk dan Jalan yang digagas Xi Jinping untuk mengekspor proyek infrastruktur bikinan China.

Sebagian lagi berasal dari investor perorangan China yang mencari alternatif lebih terjangkau untuk pasar properti China yang sedang terpuruk. Imbasnya, jumlah pelancong China yang berkunjung ke Kamboja meningkat pesat.

Cakrawala ibu kota Phnom Penh pun berubah drastis. Lanskap kota yang dulunya berkarakter rendah dengan rumah-rumah kolonial Prancis berwarna mustard, kini menjadi "hutan tinggi" khas Asia yang terdiri dari menara-menara kaca dan baja.

Transformasi di Kota Sihanoukville, dari sebuah resor tepi laut kecil yang dulunya tenang, bahkan lebih ekstrem. Bukan hanya pelancong dan spekulan properti China yang datang ke sana, tetapi juga para penjudi ilegal China.

Kasino-kasino baru bermunculan, di samping hotel-hotel mewah dan blok-blok apartemen yang mencolok. Ada banyak uang yang bisa dihasilkan.

Sihanoukville telah berubah berkat investasi dari China.

Meskipun demikian, perjalanan Chen Zhi sungguh mengejutkan. Pada 2014, ia menjadi warga negara Kamboja, melepaskan kewarganegaraan China-nya.

Hal ini memungkinkannya membeli tanah atas namanya sendiri, namun ...

Read Entire Article