Pemkot Bandung kaji penamaan taman kota berbasis sejarah.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG, – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung sedang mengkaji penataan nama taman-taman kota dengan berbasis sejarah dan budaya. Kajian ini bertujuan untuk memastikan penamaan ruang publik tetap menjaga memori kolektif warga serta memiliki dasar dokumentasi yang kuat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menjelaskan bahwa proses penataan nama taman atau toponimi ini tidak dilakukan secara sepihak. Prosesnya melibatkan para budayawan dan didukung oleh data dari Dinas Arsip dan Perpustakaan (Disarpus). "Teman-teman budayawan sekarang sedang mendalami, ditambah dengan dokumen-dokumen yang dimiliki oleh Disarpus. Jadi kita akan sesuaikan nanti," ujar Farhan di Bandung, Sabtu.
Dalam kajian tersebut, nama-nama lama yang sudah dikenal oleh masyarakat tidak serta-merta dihapus, melainkan dapat dipertahankan sebagai alias dengan penambahan nama berdasarkan temuan historis. "Kemungkinan nantinya ada satu taman punya beberapa nama alias. Nama dulu masih digunakan tapi ditambah," katanya.
Farhan mencontohkan bahwa beberapa taman selama ini dikenal dengan sebutan berbeda-beda oleh masyarakat. Perbedaan penamaan tersebut, lanjutnya, justru menjadi bahan penting dalam kajian karena mencerminkan dinamika sejarah dan kebiasaan warga dari waktu ke waktu.
Terkait anggaran, Farhan menegaskan bahwa kajian toponimi taman kota tidak memerlukan biaya besar karena masuk dalam anggaran rutin dan dilakukan melalui kerja sama lintas perangkat daerah. "Anggaran rutin. Enggak besar. Enggak sampai miliaran," katanya.
Proses kajian melibatkan Disarpus serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan akan melalui uji akademis yang berpotensi memunculkan diskursus publik. "Kajian itu mesti ada uji akademisnya dulu. Uji akademisnya kan pasti mengundang perdebatan yang seru," ujarnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

16 hours ago
3














English (US) ·