
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar mengatakan kementeriannya belum ada wacana untuk memberangkatkan jemaah haji lewat jalur laut. Katanya berhaji menggunakan jalur laut itu wacana perusahaan swasta.
“Kita belum pernah wacanakan itu haji via laut, orang swasta yang suka membicarakan itu dan di Malaysia pun juga sudah diwacanakan,” ucapnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (10/7).
Kemenag, kata Nasaruddin belum mewacanakan hal itu sebab butuh perhitungan ulang untuk waktu dan biaya yang diperlukan.
“Tapi saya kira kita belum ada agenda untuk menggunakan haji via laut karena perhitungan waktu dan perhitungan biaya. Belum pernah kita angkat sebagai sebuah wacana khusus ya,” tambahnya.
Namun, Nasaruddin tak tahu apakah Badan Penyelenggara Haji (BP Haji) ada wacana ke sana atau tidak.
“Enggak tahu nanti kalau Badan Haji punya pembicaraan khusus untuk itu ya,” tambahnya.
Saudi Kemungkinan Buka Jalur Haji Via Laut

Sebelumnya, Nasaruddin Umar mengungkap ada kemungkinan pemerintah Arab Saudi membuka haji dan umrah jalur laut untuk negara-negara Asia Tenggara.
“Kami juga sudah bicara dengan sejumlah pejabat Saudi Arabia tentang kemungkinan itu. Dan itu (haji dan umrah jalur laut) peluang yang terbuka,” ujar dia di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (8/7).
Katanya, bila nantinya infrastruktur pendukung seperti pelabuhan sudah siap, maka kemungkinan ini akan semakin besar terwujud.
“Kalau memang itu persyaratannya terpenuhi, peluangnya sudah dibangun sekarang. Itu terbuka,” ucap dia.
Nasaruddin menjelaskan, nantinya jemaah haji dan umrah dari Asia Tenggara bisa masuk pelabuhan seperti yang ada di Jeddah.
“Bukan hanya negara-negara kawasan yang dekat seperti Mesir, bahkan dari Indonesia dan Asia lainnya bisa mengakses,” jelasnya.
“Kalau syaratnya terpenuhi, karena di situ juga ada gap, sekarang sedang dibangun peluangnya untuk membuka kesempatan supaya tidak hanya negara-negara yang dekat dengan gap itu saja, tapi juga dari Asia Tenggara dan ras-ras lain bisa masuk dari daerah itu,” tambahnya.
Kata BP Haji

Kepala Badan Penyelenggaraan Haji (BPH) Mochamad Irfan Yusuf atau Gus Irfan sudah mendengar opsi keberangkatan haji lewat jalur laut. Ia mengatakan, jalur itu akan memakan waktu lebih lama dibandingkan melalui jalur udara, dan penawaran itu lebih mahal karena kapal yang digunakan adalah kapal wisata.
"Kemudian penawaran yang pertama yang kita terima memang lebih mahal juga karena ini pakai kapal wisata. Sehingga tentu kita tidak mau menambah biaya untuk jemaah haji. Kecuali ini untuk mereka-mereka yang memang dananya lebih, sehingga mau ngambil-ngambil itu," kata Gus Irfan kepada wartawan, Rabu (9/7).
Gus Irfan menegaskan, keputusan moda transportasi yang akan digunakan oleh jemaah nantinya akan diputuskan oleh BP Haji melalui berbagai pertimbangan.
"Tapi sampai hari ini dan insyaallah keputusan tentang apakah jalur laut, jalur udara, insyaallah tahun depan kita yang akan memutuskan. Sehingga tentu pertimbangan-pertimbangan dari kami yang akan kami gunakan. Dan tentu kita tidak akan memutuskan sendiri, pasti dengan perhitungan-perhitungan yang sangat-sangat rigid sehingga kita akan bisa memutuskan," ucap dia.
Namun, dia menegaskan bahwa untuk pelaksanaan haji tahun 2026 tidak akan menggunakan transportasi laut.
"Tapi untuk sementara setahun ini kayaknya kita tidak akan menggunakan itu," tandasnya.