Kanguru Pohon: Satwa Asli Papua yang Aktif di Malam Hari

2 days ago 2
Kanguru pohon berasal dari genus Dendrolagus, kelompok marsupial yang berevolusi sejak era Pliosen hingga sekarang (Gambar: ChatGBT Image)

Jika mendengar kata kanguru, bayangan banyak orang langsung melayang ke Australia. Padang rumput luas, tubuh tinggi, lompatan jauh. Namun jauh di timur Indonesia, di hutan hujan Papua yang lembap dan rapat, hidup kerabat kanguru yang sama sekali berbeda. Ia tidak berlari di tanah terbuka. Ia memanjat, bergelantungan, dan menghilang di kanopi. Namanya kanguru pohon, atau unijo dalam bahasa lokal Papua.

Kanguru pohon berasal dari genus Dendrolagus, kelompok marsupial yang berevolusi sejak era Pliosen hingga sekarang. Secara ilmiah, ia masih satu keluarga dengan kanguru darat, Macropodidae. Tetapi jalur adaptasinya berbelok tajam. Hutan hujan tropis memaksanya berevolusi menjadi penghuni pohon yang lincah dan senyap. Menurut Tim Flannery dalam Mammals of New Guinea (1995), tekanan lingkungan vertikal membentuk tubuh kanguru pohon secara radikal.

Ekor panjangnya bukan hiasan, melainkan alat keseimbangan utama saat melompat (Foto: Fabian S.R.)

Tubuh kanguru pohon lebih pendek dan kompak. Kaki belakangnya tidak panjang seperti kanguru Australia, tetapi kuat dan fleksibel. Kukunya melengkung tajam, memungkinkan cengkeraman kuat pada batang pohon licin. Telapak kakinya lebar, kasar, dan empuk, berfungsi seperti bantalan alami. Ekor panjangnya bukan hiasan, melainkan alat keseimbangan utama saat melompat antardahan.

Bulu kanguru pohon tebal dan lembut, menyesuaikan suhu malam yang lembap. Warna bulunya bervariasi antarspesies. Ada yang cokelat kusam, ada yang merah kecokelatan, bahkan kuning keemasan. Pola warna ini membantu kamuflase di rimbun dedaunan. Colin Groves dalam Australian Mammalogy (2005) menyebut Papua sebagai pusat keanekaragaman kanguru pohon dunia.

Saat ini, ilmuwan mengenali lebih dari dua belas spesies kanguru pohon. Sebagian besar hidup di Papua dan Papua Nugini. Di Indonesia, spesies seperti dingiso, goodfellowi, mbaiso, seri, dan nemena masih bertahan di hutan pegunungan. Australia hanya memiliki dua spesies, yaitu Bennett dan Lumholtz. Persebaran ini menegaskan Papua sebagai rumah utama kanguru pohon.

Makanan kanguru pohon sepenuhnya berbasis tumbuhan. Mereka memakan daun muda, bunga, buah hutan, kulit kayu, dan tunas (Foto: Fabian S.R.)

Berbeda dengan kanguru darat yang aktif siang hari, kanguru pohon lebih aktif pada malam hari. Mereka sering disebut nokturnal ringan. Siang hari digunakan untuk beristirahat di cabang tinggi yang aman. Malam hari menjadi waktu mencari makan dan menjelajah. Roger Martin dan Mark Eldridge dalam Tree Kangaroos of Australia and New Guinea (2012) menjelaskan, aktivitas malam mengurangi risiko predator dan gangguan manusia.

Makanan kanguru pohon sepenuhnya berbasis tumbuhan. Mereka memakan daun muda, bunga, buah hutan, kulit kayu, dan tunas. Namun mereka sangat selektif. Tidak semua daun dimakan. Pilihan pakan bergantung kandungan nutrisi dan kemudahan cerna. International Fund for Animal Welfare mencatat perilaku ini dalam laporan konservasi 2019. Pola makan selektif membantu menjaga regenerasi vegetasi hutan.

Sebagai marsupial, sistem reproduksi kanguru pohon unik. Masa kehamilan betina sangat singkat, sekitar 44 hari. Anak lahir dalam kondisi sangat kecil dan belum berkembang sempurna. Ia langsung merangkak menuju kantung induk. Di dalam kantung, bayi menyusu dan tumbuh selama berbulan-bulan. National Geographic edisi Juli 2018 menjelaskan proses ini sebagai strategi bertahan hidup mamalia berkantung.

Status konservasi kanguru pohon memprihatinkan. Daftar Merah IUCN tahun 2023 mencatat sebagian besar spesies berada dalam kategori rentan hingga kritis (Gambar: ChatGPT Image)

Anak kanguru pohon tinggal di kantung hingga usia sekitar tujuh bulan. Setelah itu, ia mulai keluar masuk untuk belajar mandiri. Proses penyapihan baru selesai sekitar usia 13 bulan. Pada umur 18 bulan, anak benar-benar mandiri dan membangun wilayah sendiri. Pola ini membuat laju reproduksi kanguru pohon sangat lambat.

Kehidupan yang lambat membuat kanguru pohon rentan terhadap gangguan. Satu induk hanya melahirkan satu anak per tahun. Jika induk mati akibat perburuan, satu generasi ikut hilang. Di alam, predator alami seperti piton dan elang sudah cukup berbahaya. Namun tekanan terbesar kini datang dari manusia.

Selama lebih dari 90 tahun, dunia menganggapnya punah (Foto: Fabian S,R.)